Logo Program Pertanian Presisi Banua

Pertanian Presisi
untuk Digitalisasi Pertanian Banua yang Rendah Emisi

PPPB — Program Pertanian Presisi Banua : "Digitalisasi, Literasi Teknologi & Optimalisasi Hasil Panen Petani serta Pertanian Rendah Emisi di Kalimantan Selatan" melalui kemitraan multi-pihak : Pemerintah Daerah - Perusahaan (CSR/TJSLP) - Petani & Kelompok Tani.

Presented by
13 Kab/Kota
Jangkauan wilayah · se-Kalimantan Selatan
300 Petani
Penerima manfaat langsung · tahap awal
30 Poktan
10 petani per kelompok
2 Siklus
Musim tanam · 2026 – 2027
Tentang Program

Menghadirkan pertanian presisi yang nyata di Kalimantan Selatan

PPPB adalah program kemitraan multi-pihak yang mendampingi petani menggunakan data, input tepat guna, dan teknologi yang langsung dipakai di lapangan. Melalui fokus pada komoditas strategis — padi, jagung, cabai, dan bawang merah — PPPB turut memperkuat ketahanan pangan nasional: pasokan lebih stabil, harga pangan lebih terjaga, dengan produksi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Pendataan Lahan Terverifikasi

Profil petani dan lahan diverifikasi sebagai pondasi digitalisasi — data menjadi modal akses pembiayaan (KUR) dan kemitraan pasar/off-take.

Verifikasi Pendataan Lahan PPPB

Logbook Digital & Rekomendasi Presisi Berbasis AI

Catat tanam–pemupukan–panen; pupuk dan pestisida dipakai sesuai dosis rekomendasi berbasis uji tanah, bukan kebiasaan.

Logbook digital & AI PPPB

QRCode Batch Panen & Pertanian Rendah Emisi

Pelacakan batch panen (QR), irigasi hemat air (fertigasi/AWD), praktik tanpa bakar, serta pengukuran karbon tanah awal–akhir (uji lab SOC).

QRCode Batch Panen PPPB
Maksud & Tujuan

Tiga tujuan, satu arah: Banua yang lebih sejahtera

Menghadirkan model pertanian presisi yang partisipatif dan berkelanjutan melalui kemitraan multi-pihak (pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha). Sasaran akhirnya sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional: memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pasokan pangan dari Banua untuk Indonesia.

01

Petani Sejahtera

Meningkatkan kesejahteraan petani melalui digitalisasi dan pertanian presisi — input tepat, biaya efisien, hasil lebih baik.

Petani Sejahtera - PPPB
02

Literasi Teknologi

Menumbuhkan literasi teknologi petani, kios, dan kelompok tani agar siap mengadopsi inovasi lanjutan.

Literasi Teknologi - PPPB
03

Rendah Emisi & Data Karbon

Membangun data karbon tanah dan profil emisi aktivitas usaha tani (baseline SOC + IPCC Tier 1) sebagai dasar pertanian rendah emisi dan nilai tambah jangka panjang.

Pertanian Rendah Emisi - PPPB
Manfaat & Indikator Dampak

Dampak terukur 3 pilar — manfaat bersama petani, daerah, perusahaan & mitra strategis

Dimensi Ekonomi

Nilai ekonomi tumbuh bersama

Petani: biaya input lebih efisien (dosis nitrogen & pestisida menurun), produktivitas dan mutu panen meningkat, pendapatan bersih naik. Daerah: rantai nilai dan off-take menguat. Perusahaan & mitra: kontribusi terukur dengan dampak yang dapat dilaporkan (SROI).

Dampak Ekonomi PPPB
Dimensi Sosial

Pemberdayaan lintas pihak

Petani & komunitas: literasi digital meningkat, paparan pestisida dan asap berkurang, kelompok tani lebih mandiri. Pemda: kapasitas penyuluhan (PPL) dan partisipasi warga menguat. Mitra strategis (yayasan, NGO, media): kanal edukasi, pendampingan, dan publikasi dampak yang nyata.

Dampak Sosial PPPB
Dimensi Lingkungan

Kontribusi iklim yang terukur

Petani: lahan sehat dan hemat air. Daerah: data karbon tanah menjadi aset pembangunan. Perusahaan: kontribusi rendah emisi yang selaras ESG. Semua pihak: menuju pertanian rendah emisi yang terbukti — SOC terukur awal–akhir dan praktik tanpa bakar.

Dampak Lingkungan PPPB
Nilai bagi Daerah & Mitra

Mengapa ikut PPPB?

Daerah

Sinergi prioritas & data aset

Mendukung ketahanan pangan, digitalisasi pertanian, dan E-OPTIMA/TJSLP; membangun basis data lahan, praktik, dan karbon tanah sebagai aset daerah untuk program lanjutan.

Sinergi PPPB
Perusahaan

Kepatuhan CSR/TJSLP & ESG

Program terstruktur, terukur, dan dapat dilaporkan sebagai kontribusi sosial-lingkungan perusahaan — kerangka dampak siap audit.

CSR PPPB
Mitra Strategis & Media

Kolaborasi & publikasi bersama

Ruang nyata bagi yayasan, NGO, media, dan lembaga lain: pendampingan lapangan, akses data program, publikasi dampak, dan co-branding — reputasi semua pihak ikut tumbuh.

Kolaborasi PPPB
Petani

Kesejahteraan yang naik kelas

Biaya input turun ≥10–20%, hasil & mutu naik, pendapatan bersih meningkat, dan riwayat lahan terdokumentasi membuka akses KUR serta off-take.

Kesejahteraan PPPB
Lingkungan

Pertanian rendah emisi yang terbukti

Baseline SOC bulan 0 vs 12, profil emisi per lahan (IPCC Tier 1), hemat air, dan nol bakar — dasar potensi insentif/klaim karbon fase lanjutan.

Pertanian Rendah Emisi PPPB
Keberlanjutan

Berlanjut setelah percontohan

Pendampingan lanjutan, perluasan bertahap, dan model pendanaan campuran (APBD/CSR/partisipasi masyarakat) untuk kemitraan berulang.

Keberlanjutan PPPB
Metode di Lapangan

Cara kerja di lahan program — sederhana, terukur, bisa direplikasi

Setiap kelompok tani mengelola satu unit lahan percontohan bersama yang didampingi penuh; praktik yang sama diterapkan petani di lahannya masing-masing dengan biaya petani sendiri. Luas unit dan sebaran lokasi ditetapkan bersama para pihak.

1 · Pemetaan & Uji Tanah Laboratorium

Lahan dan profil petani diverifikasi; sampel tanah (0–20 cm) diuji di laboratorium pada awal dan akhir program — termasuk kandungan karbon tanah sebagai bukti dampak.

Metode1 PPPB

2 · Rekomendasi Dosis Presisi

Dosis pupuk ditetapkan dari hasil uji tanah dan data lahan — bukan kebiasaan: unsur P dan K mengikuti kelas status hara tanah, unsur N mengikuti kondisi tanaman. Rekomendasi dapat berkurang maupun bertambah sesuai hasil uji; yang dijanjikan adalah ketepatan dosis, bukan semata penghematan biaya input.

Metode2 PPPB

3 · Pemantauan Sensor Tanah (HQSensor)

Sensor lapangan memantau kadar air, daya hantar listrik (EC), dan suhu tanah secara berkala — untuk penjadwalan irigasi, pemantauan tren, dan pemetaan zona lahan. Kadar hara nitrogen, fosfor, dan kalium, serta pH tanah, tidak ditetapkan dari sensor, melainkan dari uji laboratorium; data sensor dikalibrasi melalui sampel berpasangan dengan hasil laboratorium. Satu unit acuan lengkap dijaga sebagai pembanding hasil laboratorium dan untuk kalibrasi berkala, sehingga ketelitian sensor lapangan dapat dibuktikan. Tingkat presisi kami nyatakan terbuka: berbasis sensor penuh pada lahan percontohan, dan berbasis rekomendasi bersama pada lahan petani.

HQSensor PPPB

4 · Irigasi Hemat Air (Fertigasi)

Lahan hortikultura menerapkan fertigasi tetes — pemberian air dan pupuk dilakukan bersamaan. Penghematan air 30–50% dibanding penyiraman manual (kisaran percobaan lapangan pada hortikultura sejenis), sedangkan padi dengan pengairan berselang (AWD) 20–30%; volume absolut diukur selama program.

Sistem Fertigasi PPPB

5 · Tanpa Bakar & Bahan Organik

Residu panen tidak dibakar — bahan organik dikembalikan ke lahan; mengurangi asap, menjaga tanah, dan memperkuat dampak lingkungan program.

Jangan Bakar Lahan - PPPB

6 · Logbook, QR Panen & Evaluasi

Kegiatan dicatat digital/oleh petugas; hasil panen dilacak dengan QR Code untuk off-taker; akhir program dievaluasi dan dilaporkan sebagai dampak terukur.

Digitalisasi Pertanian PPPB
Timeline Ruang Lingkup

Dua siklus tanam, empat fase (Q4 2026 – Q4 2027)

Fase 1 · Persiapan — Q4 2026

Koordinasi & kesepakatan kemitraan

  • Koordinasi para pihak (Sep–Okt)
  • Kesepahaman (MoU) antar lembaga
  • Perjanjian Kerja Sama (PKS) & lampiran lingkup
  • KPI · Juknis · SOP
  • Verifikasi profil & kesepakatan lokasi/petani (validasi PPL)
  • Usulan penetapan ke dalam E-OPTIMA (kewenangan Pemda)
  • Sosialisasi ke kelompok tani
Fase 2 · Baseline Nov — Des 2026

Mengukur titik awal

  • Survei profil petani & lahan
  • Sampling tanah uji SOC (0–20 cm, bulan 0)
  • Pencatatan praktik & input (data aktivitas)
Fase 3 · Pelaksanaan — MT-1 & MT-2 (Jan–Sep 2027)

Presisi di lapangan

  • Pendataan lahan & profil terverifikasi
  • Logbook digital & rekomendasi dosis presisi
  • Pelatihan literasi teknologi bersama PPL
  • QR batch panen & pemasaran
  • Pencatatan berjalan (input, tanpa bakar)
Fase 4 · Evaluasi & Pelaporan — Okt–Des 2027

Dampak terbukti, fase lanjut siap

  • Uji SOC ulang (bulan ke-12)
  • Analisis perubahan karbon & estimasi emisi (IPCC Tier 1)
  • Pengukuran dampak SROI
  • Laporan akhir + rekomendasi fase lanjutan

Fase 2–4 dijalankan setelah kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani; jadwal fase berikutnya mengikuti waktu kesepakatan.

KEMITRAAN

Bersama membangun ekosistem

Program terbuka bagi Pemerintah Daerah, perusahaan, LSM/NGO, Yayasan, Media dan lembaga pendukung lainnya yang memiliki wilayah operasional di Kalimantan Selatan.

Pemerintah Daerah

Provinsi & Kab/Kota

Perusahaan

CSR / TJSLP & ESG

Mitra Strategis

Yayasan, LSM/NGO, Akademisi, Media, & Instansi/Lembaga Lainnya

Ruang logo mitra terbuka — jadilah mitra pertama PPPB; logo mitra yang bergabung akan tampil di sini.

Tertarik menjadi mitra PPPB?

Kami mengundang Pemerintah Daerah dan perusahaan di Kalimantan Selatan untuk berpartisipasi mewujudkan pertanian yang lebih digital, sejahtera, dan berkelanjutan.

Program Pertanian Presisi Banua
FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Program Pertanian Presisi Banua (PPPB)?
PPPB adalah program kemitraan multi-pihak di Kalimantan Selatan yang menggabungkan pendataan lahan terverifikasi, logbook digital, rekomendasi pemupukan berbasis uji tanah, pelacakan batch panen (QR), irigasi hemat air, dan praktik tanpa bakar — didukung aplikasi pertanian serta pendampingan penyuluh lapangan.
Bagaimana petani bisa ikut program ini?
Melalui kelompok tani di lokasi terpilih (percontohan awal yang diusulkan: Hulu Sungai Tengah, tersebar ke kabupaten/kota se-Kalsel). Partisipasi bersifat gotong royong: kesediaan lahan, keterlibatan kegiatan lapangan, dan keikutsertaan pendataan, pelatihan, serta praktik presisi. Verifikasi lokasi & data petani dilakukan bersama para pihak pada tahap kesepakatan.
Bagaimana perusahaan dapat berpartisipasi?
Melalui dukungan dana program (hibah/kemitraan CSR/TJSLP), logistik-akomodasi, atau data petani binaan. Program menyediakan kerangka dampak yang terukur (indikator ekonomi, sosial, lingkungan), pelaporan berkala, dan peluang co-branding — sejalan kebutuhan pelaporan ESG.
Apa saja indikator dampak lingkungan yang diukur?
Uji karbon tanah (SOC) laboratorium pada bulan 0 dan 12, akuntansi emisi aktivitas berbasis IPCC Tier 1 (2006 Guidelines) — N₂O dari pupuk nitrogen dan metana sawah untuk padi, penghematan air irigasi, dan nol kejadian pembakaran jerami di lahan program. Estimasi awal: ±5–15 t CO₂e/tahun potensi mitigasi pada luasan tahap awal.
Apa kontribusi finansial petani?
Program dirancang tanpa membebani petani: kontribusi utama adalah lahan, tenaga, dan keikutsertaan aktif. Dukungan saprotan/benih disinergikan melalui Pemda dan mitra CSR/TJSLP; rincian dibahas pada kesepakatan lokasi bersama para pihak.