RINGKASAN EKSEKUTIF
PROPOSAL PROGRAM PERTANIAN PRESISI BANUA (PPPB) — Kalimantan Selatan
| Variabel |
Deskripsi |
| Judul proposal |
Program Pertanian Presisi Banua (PPPB) |
| Sub judul |
Digitalisasi, Literasi Teknologi & Optimalisasi Hasil Panen Petani serta Pertanian Rendah Emisi di Kalimantan Selatan |
| Lokasi |
Kalimantan Selatan — Hulu Sungai Tengah (percontohan awal yang diusulkan), tersebar di kabupaten/kota |
| Waktu pelaksanaan |
Q4 2026 – Q4 2027 (dua siklus tanam) |
| Jangkauan wilayah |
Seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan |
| Target jumlah petani |
300 petani (30 kelompok tani × 10 petani) |
| Mitra pelaksana |
HQTani — ekosistem agritech phygital Kalimantan Selatan |
| Pendekatan |
Kemitraan multi-pihak: Pemda · Perusahaan (CSR/TJSLP) · Petani/Kelompok Tani · HQTani |
1. Ringkasan Program
PPPB adalah program kemitraan multi-pihak untuk menghadirkan pertanian presisi yang nyata di Kalimantan Selatan: petani didampingi memakai data, input tepat guna, dan teknologi sederhana yang bisa langsung dipakai di lapangan. Program menggabungkan pendataan lahan terverifikasi, logbook digital, rekomendasi pemupukan berbasis uji tanah, pelacakan batch panen (QR), irigasi hemat air yang dipantau dengan sensor lapangan (kadar air, EC, dan suhu tanah), dan praktik tanpa bakar — didukung aplikasi pertanian serta pendampingan penyuluh lapangan.
Program ini ditempatkan dalam konteks ketahanan pangan nasional: dengan meningkatkan produktivitas komoditas strategis (padi, jagung, cabai, bawang merah) di Kalimantan Selatan secara efisien dan rendah emisi, PPPB memperkuat pasokan pangan daerah dan nasional.
2. Mengapa Sekarang
- Struktur petani: 43,6% petani Kalsel adalah petani gurem (lahan <0,5 ha) yang paling rentan terhadap biaya input yang boros dan fluktuasi harga (BPS, Sensus Pertanian 2023);
- Peran ekonomi: sektor pertanian berkontribusi ±13,9% terhadap PDRB provinsi; penguatan pertanian berdampak langsung pada kemiskinan (5,09%) (BPS);
- Kebutuhan korporat: perusahaan mencari program CSR/TJSLP yang terstruktur, terukur, dan sejalan ESG — PPPB menyediakan kerangka dampak yang dapat dilaporkan;
- Kesiapan daerah: HST adalah sentra agro Kalsel dan lokasi percontohan awal yang diusulkan (atas kesiapan hub HQTani serta kelompok tani mitra); tersedia platform E-OPTIMA (Bappeda) untuk sinergi kebijakan daerah dan penetapan lokasi definitif oleh Pemerintah Daerah;
- Kesenjangan data lingkungan: belum ada inventarisasi karbon resmi tingkat provinsi — PPPB membangun data aktivitas dan baseline karbon tanah yang menjadi aset daerah.
Di tengah tekanan perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan fluktuasi harga pangan, daerah sentra seperti Kalimantan Selatan membutuhkan teknologi yang meningkatkan hasil per satuan luas tanpa memperluas lahan — inilah kontribusi pertanian presisi terhadap ketahanan pangan nasional: lebih banyak pangan dari lahan yang sama, dengan input lebih hemat dan emisi lebih rendah.
3. Target Program
30 kelompok tani · 300 petani, di seluruh kabupaten/kota Kalimantan Selatan (HST sebagai percontohan awal yang diusulkan), selama dua siklus tanam (Q4 2026 – Q4 2027). Luas per lokasi ditetapkan bersama para pihak.
4. Dampak yang Diharapkan
| Dimensi |
Dampak |
| Ekonomi |
Dosis pupuk tepat sesuai kondisi lahan melalui rekomendasi berbasis uji laboratorium — dapat berkurang maupun bertambah; indikator agregat penurunan dosis nitrogen ≥10% pada tingkat peserta program; produktivitas dan mutu panen naik; pendapatan bersih petani meningkat |
| Sosial |
Literasi digital 300 petani; kesehatan lebih baik (paparan pestisida & asap berkurang); kelompok tani lebih mandiri |
| Lingkungan |
Karbon tanah terjaga dan meningkat (terukur uji lab awal-akhir); hemat air 20–30% pada padi (AWD) dan 30–50% pada hortikultura (fertigasi tetes) dibanding praktik lama, volume absolut diukur selama program; nol pembakaran jerami di lahan program |
5. Model Kemitraan
- Pemerintah Daerah: penetapan E-OPTIMA, sarana & prasarana, alsintan, laboratorium uji tanah, benih, saprotan (pupuk & pestisida), PPL, regulasi, dukungan APBD bila tersedia;
- Perusahaan (CSR/TJSLP): dukungan dana program, logistik/akomodasi, keterlibatan data petani binaan;
- Petani/Kelompok Tani: partisipasi gotong royong — kesediaan lahan, keterlibatan kegiatan lapangan, dan keikutsertaan pendataan/pelatihan;
- Mitra Strategis Lainnya (Yayasan/LSM-NGO, Media, Akademisi): pendampingan komunitas, publikasi program, dan dukungan keilmuan/laboratorium;
- HQTani: teknologi/aplikasi, pendampingan & pengawasan lapangan, pelatihan, pelaporan dampak — seluruhnya dibiayai oleh anggaran program, bukan kontribusi dana maupun barang dari HQTani.
6. Nilai bagi Mitra
Sinergi prioritas daerah · kepatuhan CSR/TJSL & ESG dengan dampak terukur (SROI) · co-branding & publikasi bersama · data pertanian dan karbon sebagai aset daerah · penguatan ketahanan pangan dan pertanian rendah emisi.
7. Kontak
HQTani
Jl. Ambawang – Amuntai, Kasarangan, Kec. Labuan Amas Utara, Kab. Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan 71362
pppb@hqtani.com · www.pppb.hqtani.com · www.hqtani.com
Narahubung:
Arman Effendi — Founder & CEO HQTani | arman.effendi@hqtani.com | 081351711214
Julianta — Project Manager | joejulianta@gmail.com | 082154934324
Dibuat di : Barabai
Pada tanggal :
|
Founder & CEO HQTani
ARMAN EFFENDI
|
Project Manager
JULIANTA
|